Selasa, 29 November 2011

Everythink is ok :)

Saat ini semua baik-baik saja
Sekarang ini kita dalam keadaan bahagia
Sampai detik ini kita masih bersama
Jalani hari lewati waktu

Esok tak tau apa yang terjadi
Hanya jalani dan jalani
Dengan banyak asa, doa dan Usaha
S'moga esok semua masih baik-baik saja

Rabbiii... Rabbul Izaati...
Berkahi lah usaha kami ini,
Jauhkanlah kami dari kerugian dan kesakitan
Lindungilah kami dari ketamakan dan kemudharatan
Jadikan Aku, Suami dan Anakku Insan-insan yang terus bersyukur
Agar hari esok yang kami dapati tetap baik-baik saja...

Saat ini semua baik-baik saja
Everythink is ok...
Hope can be ok Everafter...


                                                                                                                       Love, Bunda zammy

Senin, 21 November 2011

ANEH !!!

Aneh-aneh aja sifat manusia di dunia ini, baru-baru ini bunda dapat banyak sms dan keluhan dari seorang teman SMU bunda yang selama 6 tahun terakhir ini jarang sekali berkomunikasi dengan bunda, dia mengeluh butuh bunda dan teman-teman bunda yang lain. Bunda yakin dia sedang dalam keadaan susah! 

Nah, kenapa saat susah dia ingat kami? Kenapa disaat terpuruk dia cari bunda? Saat dia bahagia, saat dia senang atau malah saat bunda undang untuk sekedar hadir di hari bahagia bunda dia kemana? Jangankan datang, sekedar ucapan selamatpun hanya dia kirim lewat SMS!!!

Dia adalah salah seorang teman SMU bunda, inisialnya "RS", dulu dia emang termasuk teman yang dekat dengan bunda, tapi setelah lulus SMU cuma sekali-kali kami ketemu, itupun ditahun-tahun pertama lulus. Setelah itu jangankan ngumpul, sms aja hampir gak pernah sama sekali.

Sekarang tiba-tiba dia mengeluh butuh lah, seedih lah, bunda gak perduli, apa bunda jahat nak? Apa bunda boleh seperti ini? Sedangkan dia dulu saat bunda Nikah bahkan pesta dia sama sakali tidak hadir. Saat bunda buat acara untuk zammy, jangankan hadir sekedar ucapan selamtapun tak ada. PANTASKAH dia mencari bunda disaat dia susah? Sedangkan bunda jangankan minta tolong, sekedar curhat saat bunda depresi dan hampir mati bunuh diripun jangankan ingin meminta tolong padanya, ingat untuk mengganggu hidupnya dengan masalah bundapun bunda tak ingat!!! 

INTINYA, JANGAN GANGGU KEHIDUPAN ORANG YANG BAHKAN SAAT IA HAMPIR MATI KARNA KESUSAHANNYAPUN DIA TIDAK PERNAH MEMINTA BANTUANMU!!!

Kamis, 03 November 2011

Mendesain Rumah Impian... :)

Setiap keluarga pasti mendambakan memiliki hunian pribadi yang sesuai dengan yang di idam-idamkan, begitu pula dengan bunda dan ayah, kami sangat ingin mendesain rumah yang nantinya kita tempati bersama untuk selamanya, namun saat ini kehadiran hunian idaman bunda dan ayah baru sebatas angan dan cita-cita, moga kelak kita bisa menilikinya sebelum zammy beranjak dewasa ya naak... Amiinn...

Sebagai referensi, bunda postingkan dulu desain interior dan eksterior hunian impian bunda yaa... Nanti baru kita gabungkan bareng-bareng... :) Chek this Out !!!

Tampak Depan :
Minimalis Simple
Halaman Depan :
Halaman Depan
Ada beberapa model lagi yang bunda suka, tapi ini yang paling bunda suka :)

Ruang Tamu + Ruang Keluarga

Emang kelihatan kurang match dengan layout rumah, tp pertimbangan bunda menggabungkan dua ruangan ini adalah karena kita tidak terlalu membutuhkan ruang tamu, disebabkan kita amat sangat jarang memiliki tamu...Hhehhee... Jadi ini bisa menghemat ruangan dan meminimalisir ruangan tak terpakai. Isn't it?

Ruang Makan + Dapur 
Ini tersambung dengan ruang depan
Mushalla Mini :

Kamar Utama :



Kamar Zammy :
Kamar Tamu :
Untuk Sanak keluarga kita yg berkunjung...
Taman Didalam Ruangan :
Didekat ruang makan & dapur
Taman Belakang :
Nanti kita tambah lainnya...
Untuk sementara cukup ini dulu yang bunda postkan, mudah-mudahan bisa kita wujudkan bersama... Amiin...

By. Bunda Zammy

Membersihkan Noda Keramik

Kadar asam belimbing wulu yang tinggi mampu menghilangkan noda di lantai atau dinding keramik.
Jadi, gunanya tak hanya sebagai bahan penyedap untuk masakan juga, bukan?Noda di keramik akan makin pekat jika tak segera dibersihkan. Keramik jadi kusam dan ruang pun terlihat jorok.
Anda ingin membersihkannya dengan praktid dan mudah? Ada cara sederhana agar keramik tampak indah dan sehat. Anda tahu kan belimbing wulu, atau bahkan menanamnya di halaman? Belimbing yang asam ini biasanya dipakai untuk penambah rasa segar pada masakan sayur.
Nah, belimbing wulu ini ternyata mampu membersihkan noda pada keramik, bahkan bak mandi dan bahan-bahan dari plastik atau kaca. Biasanya noda yang berupa kotoran sisa makanan, lemak, atau debu yang menebal. Kadar asamnya yang tinggi yang bisa melenyapkan noda-noda itu.
Belimbing wulu juga dijual di pasar. Harganya sekitar Rp1.000 per kantong (isi 10-20 buah). Tiap dua belimbing wulu mampu membersihkan keramik berukuran 20cm x 20cm. Bagaimana cara melakukannya?

Langkah-langkah:
1. Kupas bagian badan belimbing wulu, kemudian gosokan ke permukaan keramik secara merata. Diamkan selama 10 menit agar kadar asamnya bekerja.

2. Bersihkam memakai sikat plastik -gasak arah vertikal atau horizontal-- hingga noda terangkat. Untuk nat keramik, gunakan sikat gigi. Jika perlu, tambahkan sabun pembersih pada sikat untuk memberikan hasil optimal.
3. Lap dengan kain --kering atau basah. Lakukan secara perlahan dan sedikit ditekan. Lantai keramik pun bersih lagi.

Gemercik Air Di Dalam Rumah

Rasanya seperti sedang berada di tepi sungai bila terdengar gemercik air yang berasal dari pancuran atau fountain. Membuat damai, sekaligus mempercantik rumah.

Anda pasti pernah dengar, kan, terapi suara dapat menghalau stres? Salah satu terapi suara ini adalah suara gemercik air. Untuk mendapatkan suara gemercik air seperti layaknya di tepi sungai di pedesaan yang masih alami, tak perlu jauh-jauh mencarinya dengan sengaja menuju ke sumber mata air atau air terjun di pegunungan nun jauh di sana. Anda pun dapat menghadirkannya di rumah. Ya, di dalam rumah.

Salah satunya dengan membuat lansekap kolam air terjun atau air mancur di halaman rumah atau taman mungil Anda. Namun masalahnya, untuk membuat kolam tentu membutuhkan lahan yang cukup memadai. Bila pada kenyataannya Anda tidak memiliki halaman rumah yang cukup untuk membuat kolam, lalu bagaimana caranya?
Tenang saja. Caranya cukup mudah, kok. Anda dapat bisa memanfaatkan pancuran kecil yang bisa diletakkan di taman mungil, di salah satu bagian dalam rumah, bahkan di atas meja. Praktis, bukan? Perawatannya pun tidak serumit kolam hias air mancur yang asli. Nah, lalu pancuran seperti apa, sih, yang pantas diletakkan di dalam rumah dan menjadi bagian dari interior rumah?

Pertama-tama, sebaiknya Anda tentukan terlebih dahulu akan diletakkan di mana pancuran ini. Di ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang makan? Yang jelas, posisinya harus sesuai dan dapat dinikmati oleh seluruh penghuni rumah, sekaligus oleh tamu yang datang berkunjung ke rumah.

Lokasi pancuran ini sudah pasti akan menjadi focal point pada interior rumah nantinya. Untuk itu, penting sekali bila Anda memilih desain yang sesuai dan selaras dengan keseluruhan tema interior rumah yang ada. Jangan sampai, pancuran akan terlihat asing karena ‘tidak nyambung' dengan tema interior rumah.Batu Alam & Polyresin
Apabila ingin menonjolkan suasana pegunungan dan alam tropis, dapat dihadirkan kolam pancuran yang berdesain seperti lereng pegunungan. Desainnya mirip dengan kolam ikan hias model relief, berikut air terjun dan kolamnya. Hanya saja, ukurannya lebih kecil atau mini.

Ukuran pancuran mini biasanya hanya sekitar 30cm x 50cm x 15 cm saja. Bagi Anda yang lebih menyukai pancuran model simpel, bisa memilih pancuran model minimalis, tanpa relief atau lereng-lereng. Desainnya hanya berupa kolam berbentuk kotak atau persegi panjang, dengan pancuran kecil yang keluar dari sela-sela bebatuan. Atau, air keluar dari lubang-lubang kecil yang terdapat pada pilarnya.

Adapula pancuran yang hanya seukuran asbak setinggi 15 cm, dengan desain patung seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, atau perahu nelayan yang sedang berlayar, bahkan patung Budha yang mengeluarkan air dari tangannya. Semuanya dibuat dengan berbagai warna pilihan, bisa abu-abu minimalis, warna batu alam, hingga hitam atau cokelat alami.

Kendati tampilan luarnya tampak seperti batu dan semen betulan, sebetulnya ada pancuran yang terbuat dari bahan polyresin, biasa disebut polyresin fountain, yangterbuat dari campuran fiber dan plastik. Sudah pasti lebih awet, kuat, dan ringan. Lain halnya bila pancuran itu terbuat dari batu alam asli dan harus sering dipindah-pindahkan, tentu akan membuat sulit.

Polyresin fountain ini tersedia dalam beragam ukuran, ada yang hanya 30cm x 50cm saja, ada pula yang mencapai 1m tingginya dan lebar 75 cm. Pemilihan besar atau kecilnya pancuran ini, kembali lagi harus diseusaikan dengan lokasi di mana Anda akan meletakkannya pada ruang yang tersedia.

Untuk pancuran yang terbuat dari batu alam asli, disebut air mancur minimalis dengan tinggi 1-1,5 m, tipenya bermacam-macam. Di bagian atasnya terdapat bola-bola batu yang bisa berputar pada saat air dialirkan. Biasanya model pancuran seperti ini lebih cocok diletakkan berdampingan dengan taman indoor ataupun outdoor, termasuk bagian dari ornamen taman bergaya minimalis.

Perlu Dirawat
Selain memperhatikan faktor desain dan lokasi yang diinginkan, Anda juga harus mempertimbangkan faktor perawatannya. Jangan hanya ingin memiliki suasana air dalam bentuk miniatur di dalam rumah saja, Anda juga harus bisa mengantisipasi bagaimana agar pancuran selalu bersih, terawat, pompa airnya awet, dan tidak membahayakan.
Ingat, lho, benda yang sering terkena air sudah pasti memungkinkan akan menimbulkan lumut. Perawatan bisa dilakukan dengan cara mengelap lereng atau kolamnya, sekaligus mengganti airnya paling tidak dua minggu sekali. Pembersihan hard material dapat dibarengi dengan membersihkan pompa.

"Oleh karena posisi pompa terendam air, debu dan kotoran akan menempel pada pompa," menurut Minto penjual aksesoris pancuran di kawasan Kranggan." Anda dapat membuka bagian belakang pompa yang berbentuk seperti saringan, di mana kotoran biasa menempel, lalau bersihkan selama dua minggu sekali".

Usahakan pula intensitas bekerja pompa tidak melebihi 12 jam, agar pompa awet dan tidak mudah rusak. Apabila ada tanaman plastiknya, yang sudah tentu tak luput dari debu, dapat dibersihkan dengan cara dilap saja, atau dapat dicabut dulu dari tempatnya, direndam dalam air yang sudah dicampur deterjen, lalu dikeringkan dulu sebelum dipasang kembali.
Ya, kini pancuran di dalam rumah memang sudah menjadi bagian dari interior rumah dan banyak dijual dalam beragam desain yang sudah jadi dan dapat dibeli di toko-toko perlengkapan rumah (home furnishing).

Namun, pancuran dengan desain seindah apapun bila Anda malas merawatnya, tentu akan terlihat kusam dan kotor, bahkan bisa menjadi sarang nyamuk atau laba-laba. Apa jadinya bila suara gemercik airnya masih dapat dinikmati, tetapi keberadaanya justru akan merusak pemandangan dalam rumah, sayang, kan?

Mensiasati Halaman Mungil Tetap Terlihat Cantik

Meski tak luas, taman mungil di depan atau di belakang rumah akan tampil semakin cantik bila dihiasi berbagai aksesoris unik dan menarik.

Hijaunya rumput, semak, perdu, dan pepohonan lain sudah barang tentu merupakan elemen utama pada sebuah taman. Selain elemen hijau tadi, kita juga bisa menambahkan elemen menarik lain di dalam taman kita, yang keduanya bisa saling mendukung dan selaras di dalam taman. Sebut saja lampu taman, bebatuan, patung, bangku taman, pot, dan banyak lagi. Di dunia pertamana atau lansekap, elemen pelengkap ini biasa disebut hard material atau aksesori taman.

Dari elemen tambahan atau aksesoris ini taman dapat dibuat lebih menarik lagi, yaitu dengan mempertimbangkan teknik pencahayaan, suara, bahkan aroma. Namanya juga aksesoris, sudah pasti akan menambah nilai keindahan, kan? Sama halnya seperti aksesoris untuk mendukung penampilan kita. Nah, jadi nilai estetisnya haruslah serasi, selarasa, dan membangun harmoni dengan konsep taman secara keseluruhan.

Selaras dan Harmonis
Elemen pendukung atau aksesoris taman yang umum disukai banyak orang antara lain lampu taman, batu-batuan, pot tanaman, bangku taman, gazebo, dan pergola. Disebut sebagai elemen pendukung, karena memang keberadaannya mendukung tanaman yang sudah ada.

Semua elemen ini akan tampak lebih cantik dan selaras dengan taman apabila dirancang dengan cermat. Jadi, jangan sampai antara konsep taman dengan aksesorisnya berdiri sendiri-sendiri.

Misalnya pada taman bergaya minimalis, lalu menghadirkan lampu taman bergaya Bali dan patung bergaya Eropa. Tentu saja tak akan selaras dan harmonis. Sebaiknya, elemen pendukung direncanakan bersamaan pada saat mendesain taman, sehingga konsep dasarnya dapat disesuaikan. Pada akhirnya, kesan selaras dan harmonis dapat terlihat.

Lampu taman yang sesuai dengan taman bergaya eksotis Bali akan serasi dan selaras dengan model lampu taman berbentuk gazebo kecil, dengan material batu ataupun kayu, dan atap dari sapu ijuk.

"Banyak sekali ragam jenis lampu taman, juga ukurannya. Silakan pilih yang sesuai dengan gaya taman di rumah," ujar Minto, pemilik kios batu, juga penjual aneka aksesoris taman di kawasan Kranggan, Bekasi.

Begitu pula dengan elemen batu. Kini banyak sekali jenis batu yang juga digunakan sebagai elemen estetika taman, bahkan dapat dijadikan sebagai elemen utama atau focal point dari keseluruhan penampilan taman.

Misalnya pada taman bergaya minimalis, yang akan terlihat harmonis dengan adanya kolam berdesain minimalis, dengan material batu alam candi atau andesit. Bahkan, air mancur minimalis terbuat dari batu alam yang sudah jadi pun kini sudah banyak dijual. Simple dan tidak memakan banyak tempat.

Selain pemilihan model desain dan material yang harus selaras dengan konsep taman, letaknya pun harus diperhatikan. Jangan sampai keberadaannya tidak ‘nyambung' dengan keberadaan taman. Apabila taman di rumah Anda bergaya minimalis, pemilihan tanaman hias seperti kamboja dan Agave akan terlihat serasi.

Apalagi dengan penambahan 3 buah batu koral besar yang disusun rapi di bawah pohon kamboja, bersanding dengan Agave. Makin cantik saja dengan tambahan teknik pencahayaan dari lampu sorot bergaya minimalis. Suasana taman akan makin berkesan dramatis dan keseluruhan elemen tadi pun akan terlihat saling mendukung dan harmonis.

Jenis & Harga
Setelah memilih desain taman, Anda dapat mulai mencari elemen pendukung lainnya. Yang paling penting tentu harus serasi, selaras, dan harmonis. Jadi, jangan ‘melenceng' jauh dari konsep taman pada awalnya.

Bila taman dibuat konsep bergaya Bali, mulailah berburu lampu-lampu taman bergaya Bali atau lampu tempel berbahan batu paras Jogja, serta batu-batu koral besar yang berkesan alami, serta ornamen patung dan relief bentuk hewan ataupun bunga kamboja, sehingga akan mempertegas nuansa Bali-nya.

Lampu taman gaya Bali ini biasanya dijual dengan harga Rp 100 ribu/unit, lampu tempel yang terbuat dari batu paras jogja harganya bisa mencapai Rp300.000/unit, sesuai dengan desain dan ukurannya.

Lampu sorot gaya minimalis dijual seharga Rp 50 - 300 ribu/unit, terutama untuk jenis yang tahan air dan dapat diletakan di dalam kolam hias. Ornamen patung dan relief khas taman gaya Bali harganya biasanya berkisar antara Rp 50 - 300 ribu, tergantung desain dan ukurannya juga. Pot tanaman yang terbuat dari tanah liat dijual dengan harga Rp 30 ribu, tapi ada juga yang mencapai Rp 300 ribu, bila desainnya dianggap sedang in.

Bangku taman pun sangat beragam jenis dan desainnya, untuk jenis standar terbuat dari besi tempah dan kayu dengan ukuran 1m seharga Rp 200.000, bahkan ada yang seharga sampai 1juta-an. Biasanya material bangku taman dipilih yang tahan cuaca, panas matahari dan hujan.

Batu alam sekarang ini jenisnya sudah sangat bervariasi. "Paling mahal masih jenis andesit, karena punya nilai plus, karena lebih awet dan kuat. Kesan alaminya juga lebih menonjol dibandingkan batu candi. Meski lebih mahal, tapi banyak diminati," ungkap Minto.

Perbedaan harga diantara dua macam batu alam inipun sedikit drastis. Batu alam candi ukuran 40cm x 20cm seharga Rp 80 ribu/m2, sedangkan batu andesit dengan ukuran yang sama dihargai Rp150 ribu/m2.

Batu andesit juga bermacam-macam jenisnya. Sementara batu jenis lainnya yang sering digunakan pada desain taman adalah batu koral, dengan berbagai ukuran. Harganya berkisar antara Rp 30 ribu/kantong, dan batu koral ukuran besar seharga Rp 10 ribu/buah.

Nah, kini silakan Anda berburu dan telisik terlebih dahulu jenis aksesoris taman yang sesuai dengan tema taman di rumah. Jangan sampai elemen pendukung taman malah aan menjadi elemen perusak taman yang sudah ada.

Namun ingat, selain menambah nilai estetis, ada baiknya elemen pendukung taman juga memiliki nilai fungsional. Sehingga taman akan memberikan fungsi maksimal bagi penghuni, atau siapapun yang menikmatinya.

Ngutip dari Tabloid Nova :)